Solusi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi dengan OS Android

Solusi Akun GOOGLE yang Tidak Dapat Sinkronisasi dengan OS Android - Jika Anda sudah memiliki akun di Google tentunya Anda juga sudah mempunyai alamat email dari Google atau yang biasa disebut Gmail. Nah... dengan begitu maka Anda juga sudah bisa menikmati layanan (produk) yang disediakan secara gratis oleh Google. Seperti halnya ketika kita akan mengoperasikan ataupun menggunakan pertama kali beberapa fitur yang ada pada Smartphone maupun Tablet Android, diwajibkan untuk memasukkan akun Google yang sudah kita miliki terlebih dahulu.
Mengatasi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi

Didalam proses memasukkan akun Google kedalam Tablet maupun Smartphone Android, prosedurnya akun harus dapat tersinkronisasi dengan sistem operasi. Karena jika Akun tidak dapat tersinkronisasi dengan sistem operasi maka akan terjadi inkonsistensi data alias tidak memiliki kesamaan data. Nah... bila hal ini terjadi... pastinya Anda akan merasa resah dan gelisah, lantaran Anda tidak dapat menikmati layanan (produk) gratis yang sudah disediakan oleh Google. All hasil Anda juga tidak dapat menggunakan beberapa fitur yang ada pada Smartphone maupun Tablet Android Anda.

Baca juga:



Memang sih..munculnya kasus tidak dapatnya sinkronisasi antara akun Google dengan sistem operasi Android, hingga kini belum ada yang tahu secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Namun yang jelas hingga saat ini banyak pengguna Android mengalami hal seperti ini. Nah... untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini, HandRoot akan mencoba berbagi tips dan trik mengenai bagaimana cara mengatasi Akun GOOGLE yang Tidak Dapat Sinkronisasi dengan OS Android. Dan berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan;

Solusi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi dengan OS Android


1. Buka Smartphone maupun Tablet Android Anda seperti biasanya
2. Kemudian langsung menuju ke menu Pengaturan (Settings)
Mengatasi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi

3. Lalu buka Tab Akun dan pilih Google
Mengatasi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi

4. Setelah itu hapus terlebih dahulu Akun Google Anda yang mengalami masalah tidak dapat sinkronisasi
5. Nah... setelah akun Google yang bermasalah terhapus, lalu masuk kembali pada menu tambah Akun Google.
Mengatasi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi

Mengatasi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi

Mengatasi Akun GOOGLE Tidak Dapat Sinkronisasi

6. Lalu ikuti saja perintahnya dan tunggu hingga proses selesai

Nah... dengan begitu masalah Akun GOOGLE yang tadinya Tidak Dapat Sinkronisasi dengan OS Android, kini sudah kembali normal alias Akun Google Anda sudah sinkron dengan perangkat Android yang Anda gunakan. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sekian dan TerimaKasih.

Apa itu: Factory Reset, Hard Reset dan Flashing di Android

Dari ketiga istilah yang saya sebutkan pada judul artikel kali ini (Factory Reset, Hard Reset dan Flashing), saya yakin Anda sebagai pemilik dan pengguna Smartphone "Android" pastinya sudah sering kali mendengarnya. Namun tidak menutup kemungkinan juga masih banyak teman-teman kita yang belum mengetahui secara jelas dari ketiga istilah tersebut. Nah... berdasarkan alasan inilah yang membuat saya berkeinginan untuk mencoba menjabarkan secara detail mengenai apa itu Hard Reset, Factory Reset dan Flashing di Android.

Apa itu: Factory Reset, Hard Reset dan Flashing di Android

Akan tetapi sebelum kita membahas lebih lanjut, tidak ada salahnya jika Anda membaca terlebih dahulu mengenai Istilah-istilah yang wajib diketahui bagi pengguna Android. Karena didalam artikel tersebut sebenarnya sudah pernah saya singgung sedikit mengenai istilah Hard Reset, Factory Reset dan Flashing. Yangmana inti dari ketiga istilah tersebut adalah merupakan suatu opsi (pilihan) untuk melakukan tindakan perbaikan ketika sistem operasi yang ada pada Smartphone "Android" Anda mengalami masalah alias error dan berikut adalah penjelasan dari ketiga istilah tersebut;

Mengenal Istilah Factory Reset, Hard Reset dan Flashing di Android


# Factory Reset


Sebagai pemilik dan pengguna Smartphone Android pastinya tahu dong... dimana letak menu Factory Reset? Nah... bagi yang memang belum tahu akan letak menu Factory Reset, silahkan Anda buka dan cari saja didalam menu Pengaturan (Settings) Smartphone Android Anda. Dan jika setelan bahasa yang Anda gunakan adalah bahasa Indonesia, maka arti dari Factory Reset adalah Reset Data Pabrik atau yang dikenal dengan sebutan Soft Reset.

Jadi pengertian daripada Factory Reset adalah merupakan suatu cara untuk mengembalikan settingan Smartphone Android ketika mengalami masalah pada software (sistem operasi) ke kondisi semula (default pabrikan) atau seperti waktu pertama kali Anda baru membeli Smartphone tersebut. Artinya jika Anda melakukan Factory Reset semua data yang tersimpan di memoriHP (internal) akan hilang (kecuali aplikasi bawaan/bloatware) dan akan kembali ke pengaturan awal. Selain itu Factory Reset juga merupakan satu-satunya menu yang ditampilkan didalam menu Pengaturan (Settings) untuk melakukan tindakan perbaikan ketika ada kesalahan yang terjadi pada sistem Smartphone Android. Baca juga: Cara Mengembalikan Hp Android Seperti Baru Lagi.

# Hard Reset


Pengertian dari istilah Hard Reset ini sebenarnya intinya hampir sama dengan Factory Reset yaitu sama-sama untuk memperbaiki kerusakan pada software atau pada sistem operasi Android, namun hanya caranya saja yang berbeda. Jika menggunakan jalur Factory Reset kondisi Smartphone Anda masih bisa nyala alias masih bisa masuk ke halaman menu, namun jika kondisi Smartphone tidak bisa masuk ke halaman menu utama (home) alias tidak bisa booting secara sempurna atau gagal booting atau hanya sampai logo saja alias bootloop barulah menggunakan jalur Hard Reset.

Nah... yang sering menjadi pertanyaan disini, dimana letak keberadaannya menu Hard Reset tersebut? Kan...jika menu Factory Reset itu ditampilkan melalui Antar Muka (User Interface) pada menu Pengaturan (Setting), lalu jika Hard Reset itu dimana, kok... saya cari-cari di menu Pengaturan tidak ada ya? Begini ceritanya ...hehe... sebenarnya maksud daripada Hard Reset ini mungkin lebih mengarah ke istilah suatu nama tindakan perbaikan ketika ada kerusakan yang terjadi pada sistem operasi (software) Android.

Jadi secara gampangnya begini, jika Smartphone Android Anda mengalami kerusakan pada sistem operasi ataupun pada softwarenya atau Anda sudah mencoba memperbaiki melalui jalur Factory Reset namun tidak berhasil, maka opsi keduanya adalah dengan cara melalui Hard Reset. Nah... untuk melakukan proses Hard Reset, caranya Anda harus masuk ke menu Recovery Mode terlebih dahulu. Dan untuk mengetahui lebih jelasnya langsung saja menuju ke Cara Masuk Recovery Mode di semua Hp Android.

# Flashing


Sampailah kita pada tahap pembahasan yang terakhir, yaitu Flashing. Nah.. pengertian dari istilah flashing itu sendiri adalah suatu proses install ulang terhadap sistem operasi (software / firmware) Android. Dimana proses install ulang (flashing) ini merupakan opsi terakhir dalam memperbaiki segala kerusakan yang terjadi pada sistem operasi (software / firmware) Smartphone Android yang sudah tidak bisa diatasi dengan cara melalui Factory Reset maupun Hard Reset.

Demikianlah penjelasan dari istilah: Factory Reset, Hard Reset dan juga Flashing yang bisa HandRoot sampaikan. Dan untuk mengetahui tentang bagaimana cara install ulang (flashing) di semua merk dan tipe Hp Android, mungkin akan segera saya bahas di artikel selanjutnya. Sekian dan Semoga bermanfaat.

Terimakasih

Mencegah Konsumsi Kuota dan Baterai yang Boros di Android

Mencegah Konsumsi Kuota dan Baterai yang Boros di Android - Seperti yang sudah pernah HandRoot bahas pada artikel sebelumnya, yakni mengenai beberapa alasan kenapa banyak orang yang tertarik dan memilih untuk menggunakan Smartphone berbasis Android? Nah... salah satu dari beberapa alasan tersebut adalah Smartphone Android memiliki banyak sekali aplikasi yang berpusat di Google Play Store yang siap untuk di download oleh penggunanya.

Mencegah Konsumsi Kuota dan Baterai yang Boros di Android

Jadi dengan begitu maka wajar saja jika para pemilik dan pengguna Android yang mengunduh dan memasang berbagai macam aplikasi didalam Smartphone miliknya guna menunjang kehidupan sosialnya serta aktivitas sehari-hari. Nah... sebagai contohnya adalah aplikasi Media Sosial (MedSos / SosMed), yang mana saat ini sebagian besar pengguna Android memanfaatkannya untuk kegiatan bersosialisasi serta berinteraksi satu sama lain secara online tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Penyebab Paket Data Internet dan Baterai Android Cepat Habis


Yah... sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini ada begitu banyak aplikasi Media Sosial (MedSos / SosMed), yang sudah beredar dan tersedia di Google Play Store. Dan dari kesemua aplikasi MedSos yang ada akan selalu aktif ketika Android kita terhubung ke jaringan Internet. Jadi tanpa kita sadari hal inilah yang sebenarnya memicu konsumsi kuota internet dan konsumsi daya baterai Android menjadi boros alias cepat habis. Lantaran semua aplikasi MedSos yang terpasang di Android Anda akan selalu berjalan di beckground (di belakang layar).

Artikel Terkait:

Oleh sebab itu pada kesempatan ini saya akan mencoba untuk berbagi tips tentang bagaimana cara mencegah atau yang lebih tepatnya cara menghemat kuota Internet dan baterai di semua merek dan tipe Smartphone Android. Namun tips kali ini mungkin akan lebih mengarah kepada para pengguna Android yang saat ini sudah memasang berbagai macam aplikasi Media Sosial, agar tidak lagi merasa boros dalam mengkonsumsi kuota internet dan juga daya baterai.

Mencegah Konsumsi Kuota dan Baterai yang Boros di Android


Nah... berikut tips untuk menghemat kuota internet dan konsumsi daya baterai bagi para pengguna aplikasi Media Sosial (MedSos / SosMed) seperti;

Youtube


Menghemat Kuota Internet bagi pengguna Youtube

Sebagaimana Anda ketahui bahwa YouTube merupakan aplikasi media sosial yang sangat populer dan digemari oleh banyak orang. Namun tahukah Anda bahwa YouTube ini termasuk salah satu aplikasi yang tergolong paling rakus dalam memakan kuota internet sehingga daya baterai menjadi cepat habis.

Nah... langkah yang perlu dilakukan agar kuota internet dan juga baterai menjadi lebih hemat yaitu dengan cara merubah settingan kualitas video yang ada pada YouTube dari resolusi maksimal ke resolusi yang lebih rendah dan berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi YouTube seperti biasanya
  • Lalu silahkan pilih video yang Anda inginkan
  • Kemudian masuk ke menu pilihan yang ada di sebelah kanan atas dengan icon tiga titik berjajar
  • Lalu akan muncul pemberitahuan kualitas resolusi yang sedang Anda gunakan
  • Kemudian silahkan Anda atur sendiri kualitas video yang sekiranya resolusinya lebih rendah, karena jika kualitas video menggunakan resolusi maksimal maka kuota intetnet akan menjadi cepat habis

Instagram


Menghemat Kuota Internet bagi pengguna Instagram

Instagram merupakan aplikasi media sosial kedua setelah YouTube yang juga memakan banyak kuota internet serta menguras daya baterai, maka dari itu patut untuk kita cegah agar bisa lebih hemat.

Nah... langkah yang perlu Anda lakukan agar kuota internet dan juga daya baterai menjadi lebih hemat yaitu dengan cara merubah settingan pada profil Anda dan berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi Instagram seperti biasanya
  • Lalu pilih dan buka tab Profil
  • Kemudian ketuk tombol setting (options) dibagian kanan atas
  • Gulirkan kebawah lalu pilih dan buka panel Data Sellular Gunakan (Cellular Data Use)
  • Lalu aktifkan Penggunaan Kurang Data (Use Less Data) dengan cara menggeser toggle switch

Path


Menghemat Kuota Internet bagi pengguna Path

Seperti halnya YouTube dan Instagram, Path ini juga merupakan suatu aplikasi media sosial yang menelan banyak kuota internet serta menguras banyak daya baterai sehingga menjadi cepat habis.

Nah... langkah yang perlu Anda lakukan agar kuota internet dan juga daya baterai menjadi lebih hemat yaitu dengan cara menghentikan fitur autoplay video (pemutar video otomatis) dan berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi Path seperti biasanya
  • Lalu masuk ke menu pengaturan (settings)
  • Kemudian cari dan buka menu pengaturan video
  • Setelah itu beri tanda ceklis pada kolom Never Auto-Play, dengan begitu pemutar video tidak berjalan secara otomatis dan video di linimasa hanya akan berjalan ketika Anda menginginkannya

SnapChat


Menghemat Kuota Internet bagi pengguna Snapchat

Hampir tak ada bedanya dengan ketiga aplikasi media sosial yang sudah saya jelaskan diatas, SnapChat ini juga akan selalu aktif dalam mengunduh foto maupun gambar, video dan semua konten yang masuk ketika terhubung ke jaringan internet. Karena memiliki fitur Travel Mode alias mempunyai sifat auto download maka secara otomatis aplikasi SnapChat ini akan menghabiskan banyak kuota intetnet yang akhirnya membuat daya baterai menjadi cepat habis alias boros.

Nah... langkah yang perlu Anda lakukan agar kuota internet dan juga daya baterai menjadi lebih hemat yaitu dengan cara menghentikan fitur travel mode (auto-download) dan berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi SnapChat seperti biasanya
  • Kemudian ketuk SnapChat icon profil Anda
  • Lalu menuju ke Pengaturan dengan mengetuk icon roda gigi di pojok kanan atas
  • Setelah itu scroll kebawah, cari dan buka Additional Services (Layanan Tambahan)
  • Lalu ketuk tab Manager
  • Kemudian non-aktifkan fitur Travel Mode dengan cara menggeser toggle switch, dengan begitu aplikasi SnapChat tidak dapat mengunduh foto maupun gambar, video dan semua konten yang masuk secara otomatis namun hanya dapat diunduh secara manual ketika kita menginginkannya

Demikianlah tips dan trik untuk mengatasi beberapa aplikasi media sosial (Youtube, Instagram, Path dan Snapchat) yang memakan banyak kuota internet dan juga menguras daya baterai di Smartphone Android Anda. Dan untuk pembahasan selain daripada aplikasi medsos diatas akan saya tambahkan (update) dilain kesempatan. Sekian dan Semoga Bermanfaat.

TerimaKasih

Mengatasi Xiaomi yang Gagal Booting [Bootloop] dan Restart Sendiri

Mengatasi Xiaomi yang Gagal Booting [Bootloop] dan Restart Sendiri - Sebagaimana kita ketahui bahwa sehebat apapun produk Smartphone yang dikeluarkan oleh masing-masing vendor pastinya memiliki keunggulan dan kekurangan. Seperti halnya dengan smartphone Xiaomi buatan China, yang terkenal canggih namun masih saja memiliki beberapa kelemahan yang sering dikeluhkan para penggunanya. [Baca disini: Masalah yang Sering Terjadi pada Smartphone Xiaomi dan Solusinya]

Cara Mengatasi Bootloop dan Restart Sendiri di Xiaomi

Nah... dari sini saja sudah dapat kita simpulkan bahwa smartphone Xiaomi dengan settingan standar dari pabrik saja masih bisa error apalagi jika si penggunanya sering mengoprek sistem operasi Android MIUI di device default alias bawaan pabrik dengan berbagai versi Costum ROM MIUI yang berbeda. So... pasti Smartphone Xiaomi Anda tidak lama lagi akan menemui berbagai masalah dan kendala, diantaranya akan mengalami Bootloop, Restart secara berulang ulang hingga Mati secara tiba-tiba.

Hayou... jika sudah begini, apa yang harus kita lakukan? Kebetulan saya pengguna Xiaomi Redmi Mi3. Apakah masalah Bootloop dan Restart sendiri ini bisa kita atasi sendiri? Nah... begitulah kira-kira pertanyaan yang sering ditanyakan dari para penggunanya ketika Xiaomi (Redmi Mi3 ataupun tipe lainnya) kesayangannya mengalami masalah Bootloop dan Restart sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, sebenarnya dapat kita tangani sendiri asalkan Anda tidak panik dan tidak terburu-buru pergi ke tukang serviceHP lalu mengikuti trik yang akan saya bagikan berikut ini;

Cara Mengatasi Bootloop dan Restart Sendiri di Xiaomi


Langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah seperti Bootloop dan suka Restart Sendiri di Smartphone Xiaomi sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan cara melakukan Wipe&Reset melalui menu MI Recovery Mode, maka InsyaAlloh Xiaomi Anda akan kembali normal seperti baru baru lagi. Namun perlu Anda ketahui sebelumnya, bahwa proses Wipe&Reset ini akan menghilangkan semua data-data yang tersimpan di memori internal, jadi siap-siap saja Anda akan kehilangan semua data penting yang tersimpan di memori internal. Jadi jika masih memungkinkan silahkan Anda backup terlebih dahulu data-data penting Anda.

Artikel Terkait:
Cara Mengembalikan Data yang Terhapus di Android
Masalah yang Sering Terjadi pada Xiaomi dan Solusinya
Cara Masuk ke Menu Recovery Mode di Semua Merek dan Tipe Hp Android

Ok! Kita langsung saja mulai dengan langkah yang pertama, yaitu:

1. Matikan Smartphone Xiaomi Anda seperti biasanya
2. Kemudian masuk ke MainMenu MI Recovery Mode dengan cara: tekan tombol Power dan tombol Volume Up secara bersamaan dan tahan hingga muncul MainMenu MI Recovery dilayar
3. Setelah MainMenu MI Recovery muncul, lalu pilih bahasa English
Cara Mengatasi Bootloop dan Restart Sendiri di Xiaomi

* Catatan:
Tombol navigasi pada MainMenu MI Recoveri Mode;
- untuk pilihan naik gunakan tombol Volume Up
- untuk pilihan turun gunakan tombol Volume Down
- untuk menentukan pilihan menu gunakan tombol Power
4. Selanjutnya pilih Wipe&Reset, maka akan muncul menu baru yang terdiri dari:
Cara Mengatasi Bootloop dan Restart Sendiri di Xiaomi

5. Dalam Wipe&Reset akan muncul menu baru yang terdiri dari:
Wipe Cache; untuk menghapus semua file sampah
Wipe User Data; untuk menghapus semua data pengguna
Wipe All Data; untuk mengembalikan ke settingan awal
Cara Mengatasi Bootloop dan Restart Sendiri di Xiaomi

6. Langsung saja pilih Wipe All Data dan tunggu hingga proses selesai
Cara Mengatasi Bootloop dan Restart Sendiri di Xiaomi

7. Kemudian pilih Back To MainMenu
8. Lalu pilih Reboot dan tunggu hingga proses Booting selesai

* Nah... jika sudah mengikuti langkah-langkah diatas namun Smartphone Xiaomi Anda masih bermasalah alias belum berhasil, maka satu-satunya jalur yang harus ditempuh adalah dengan cara meng-install ulang Smartphone Xiaomi Anda. Sekian dan Semoga bermanfaat.

TerimaKasih

Kenali Penyebab yang Membuat Memori Card cepat Rusak

Kenali Penyebab yang Membuat Memori Card cepat Rusak - Setelah kemarin saya memberikan tips mengenai bagaimana cara memperbaiki kartu memori (microSD/SD Card) rusak tidak terbaca di Smartphone "Android". Kini saya akan mencoba untuk mengajak Anda mengenal lebih dalam beberapa hal yang mungkin dapat menyebabkan memori card (microSD) menjadi cepat rusak.

Penyebab Memori Card menjadi cepat Risak

Rusaknya sebuah memori card (microSD) tentunya akan membuat kita menjadi kehilangan berbagai data penting yang tersimpan didalamnya. Maka dari itu kita perlu untuk mengetahui hal apa saja yang sekiranya bisa merusak memori card, sehingga kita bisa menjaga dan merawatnya dengan baik serta terhindar dari kehilangan berbagai data penting yang kita miliki.

Beberapa Hal yang Membuat Memori Card menjadi cepat Rusak


Dan berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan memori card Anda menjadi cepat rusak;

1. Sistem Memori Card Error


Sistem error merupakan penyebab utama yang membuat memori card tidak dapat digunakan lagi alias rusak. Namun hal ini biasanya sering dialami pada memori card yang memiliki kualitas kurang bagus alias merek abal-abal.

2. Terlalu Sering di Pindah-pindah


Menyalin (meng-copy) berbagai data penting dengan cara memindahkan memori card dari perangkat satu ke perangkat lainnya akan sangat berpengaruh pada cepat rusaknya sebuah memori card. Nah... untuk itu ketika Anda akan menyalin atau mentransfer suatu data dari sebuah memori card disarankan untuk menggunakan fasilitas bluetooth maupun aplikasi-aplikasi yang diperuntukan mentransfer berbagai file.

3. Memindahkan dengan Cara yang Salah


Ketika Anda ingin memindahkan memori card dari smartphone satu ke smartphone lainnya, hal yang harus diperhatikan adalah kedua smartphone tersebut benar-benar dalam keadaan mati (off). Karena jika kita langsung memindahkan (mencabut) memori card dari smartphone yang dalam keadaan aktif (nyala/on), maka bisa akan berakibat sistem pada memori card tersebut menjadi error.

4. Memori Card Terjangkit Virus (Malware)


Sebagaimana Anda ketahui bahwa Virus (Malware) ini merupakan suatu program jahat yang dibuat oleh orang jahat guna melakukan kejahatan di dunia maya. Jadi jika memori card Anda sudah terjangkit virus (malware) kemungkinan yang ada memori card akan menjadi error dan cepat rusak. Maka dari itu berhati-hatilah ketika Anda akan mendownload sesuatu di dunia maya dan pastikan berasal dari sumber yang terpercaya.

Baca juga:
Anti Virus Terbaik buat Smartphone Android Anda
Tips Membeli & Memilih Smartphone Android yang baik

Demikianlah beberapa kemungkinan-kemungkinan yang bisa menyebabkan memori card yang Anda gunakan menjadi cepat rusak. Nah... dari beberapa penjelasan yang sudah saya sampaikan diatas dapat kita simpulkan bahwa yang menjadi faktor penyebab paling dominan rusaknya sebuah memori card adalah kita sendiri sebagai penggunanya. Jadi perlakukanlah memori card dengan dengan semestinya.

Sekian dan TerimaKasih

Beberapa Cara untuk Mengatasi MicroSD (Kartu Memori) Rusak Tidak Terbaca

Dijaman sekarang ini saya yakin semua pengguna dan pemilik Smartphone "Android" sudah sangat familier dengan yang namanya Kartu Memori atau yang biasa kita kenal dengan sebutan MicroSD maupun SD Card. Karena dari kebanyakan produk Smartphone yang saat ini beredar dipasaran sudah dilengkapi dengan fasilitas Slot MicroSD. Jadi secara tidak langsung kita sebagai pengguna dan pemilik Smartphone "Android" akan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan menambahkan Kartu Memori (MicroSD) agar kapasitas penyimpanan pada Smartphone yang kita miliki menjadi lebih besar.

Cara Mengatasi MicroSD (SD Card) Rusak Tidak Terbaca

Bertambahnya kapasitas penyimpanan tentunya akan membuat kita sebagai pengguna akan menjadi lebih leluasa dalam menyimpan berbagai data penting, seperti: dokumen (file), foto, video, aplikasi, game, musik dan lain sebagainya. Namun tahukah Anda bahwa menyimpan data-data penting didalam sebuah Kartu Memori (MicroSD) dapat beresiko kehilangan, entah itu terhapus secara tidak disengaja maupun kartu memorinya rusak (error alias tidak terbaca).

Nah... bagi Anda yang merasa kehilangan beberapa data-data penting yang tersimpan didalam Kartu Memori (entah itu terhapus secara disengaja maupun tidak disengaja) serta Anda ingin mengetahui cara untuk mengembalikannya, silahkan Anda buka saja tautan berikut ini: Cara Mengembalikan Data yang Hilang (Terhapus) di Android. Akan tetapi jika kartu memori yang Anda gunakan tersebut rusak tidak dapat terbaca alias error, maka langkah yang harus Anda lakukan adalah mencoba untuk memperbaikinya. Lalu bagaimana caranya, beginilah cara-caranya.

Cara Mengatasi MicroSD (SD Card) Rusak Tidak Terbaca


1. Langkah yang Pertama

- Sebelum melakukan cara yang pertama ini, siapkan terlebih dahulu sebuah penghapus pensil ya?
- Setelah itu matikan Smartphone "Android" Anda
- Kemudian keluarkan Kartu Memori (MicroSD) dari Slot-nya
- Lalu bersihkan lempengan tembaga yang berwarna keemasan dengan penghapus pensil yang sudah Anda siapkan sebelumnya dan gosok pelan-pelan hingga bersih
- Setelah Kartu Memori dirasa benar-benar bersih, silahkan Anda pasang (masukkan) kembali kedalam slot microSD pada Smartphone "Android" Anda
- Kemudian nyalakan Smartphone dan coba Anda periksa apakah data-data yang tersimpan pada kartu memori tersebut sudah bisa terbaca? Dan jika belum, silahkan ikuti langkah yang kedua berikut ini;

2. Langkah Kedua

- Pada langkah yang kedua ini, Anda memerlukan perangkat komputer atau laptop dan juga kabel data
- Hubungkan Smartphone "Android" Anda dengan komputer atau laptop dengan menggunakan kabel data
- Pastikan saat Smartphone terhubung dengan komputer maupun laptop dalam pilihan Mass Storage Mode dan bukan pada Media Transfer Mode
- Selanjutnya klik kanan pada Drive Kartu Memori yang muncul pada Windows Explorer
- Lalu pilih dan klik Properties
- Kemudian pilih dan buka menu Tools
- Setelah itu klik Error Checking
- Beri tanda ceklist pada tap Check Dist Options
- Lalu klik Start dan tunggu hingga proses selesai
- Setelah itu cabut kartu memori dengan cara klik kanan lalu pilih dan klik Eject
- Selanjutnya tinggal Anda periksa apakah data-data yang tersimpan pada kartu memori tersebut sudah bisa terbaca? Dan jika belum, silahkan ikuti langkah yang ketiga berikut ini;

3. Langkah Ketiga

- Coba hubungkan kembali Smartphone "Android" Anda ke komputer atau laptop
- Lalu lihat apakah kartu memori tersebut dapat terbaca dengan baik di komputer atau laptop, jika iya! tapi masih belum terbaca di Smartphone silahkan Anda lakukan perbaikan dengan menggunakan langkah yang ketiga berikut ini:
- Buatlah folder baru pada komputer ataupun laptop Anda, lalu BackUp semua data penting yang tersimpan di kartu memori dan simpan pada folder baru tersebut
- Selanjutnya klik kanan pada Drive Kartu Memori yang muncul pada Windows Explorer
- Lalu pilih dan klik Format, maka akan muncul tap baru yang mana terdapat dua pilihan jenis kartu memori:
1. FAT16 artinya kapasitas kartu memori yang Anda gunakan kurang dari 2 GB atau 2 GB kebawah
2. FAT32 artinya kapasitas kartu memori yang Anda gunakan lebih dari 2 GB atau 2 GB keatas
- Kemudian beri tanda ceklis pada salah satu pilihan jenis kartu memori yang Anda gunakan
- Lalu klik Start dan tunggu hingga selesai
- Kemudian kembalikan data yang sebelumnya sudah di BackUp (di Copy)
- Terakhir, tinggal Anda periksa apakah data-data yang tersimpan pada kartu memori tersebut sudah bisa terbaca?

4. Langkah Keempat

* catatan:
Jika Anda menggunakan langkah yang keempat ini maka resikonya data-data penting yang tersimpan didalam kartu memori akan hilang semua. Artinya kartu memori akan kembali seperti baru lagi. Nah... jika sudah siap dengan resiko yang akan Anda tanggung sendiri, silahkan ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

- Buka Smartphone "Android" Anda seperti biasanya
- Kemudian langsung menuju ke menu Pengaturan
- Lalu cari dan buka menu Penyimpanan (Storage)
- Selanjutnya tinggal ketuk Hapus Kartu SD (Erase SD Card)
- Lalu tunggu hingga proses selesai

Baca juga:



Demikianlah beberapa cara untuk memperbaiki atau mengatasi kartu memori (microSD/SD card) rusak tidak terbaca di Smartphone "Android". Nah... jika Anda merasa sudah melakukan perbaikan kartu memori dengan mengikuti keempat langkah diatas namun belum berhasil, itu artinya ada kemungkinan kartu memori yang Anda gunakan sudah rusak atau coba Anda gunakan tips dan trik dari sumber yang lain.

Sekian dan TerimaKasih.

Tips bagi Anda yang akan Membeli dan Memilih Smartphone

Tips bagi Anda yang akan Membeli dan Memilih Smartphone - Dari sekian banyak orang jika ditanya untuk memilih sebuah smartphone saya yakin jawaban dari mereka hampir sama semua, yakni "memilih Smartphone yang harganya murah, spesifikasinya tinggi, awet serta memiliki fitur yang lengkap". Nah... jika memang jawabannya seperti itu, berarti tidak ada bedanya dengan pilihan yang saya idam-idamkan hehehe...

Tips bagi Anda yang akan Membeli dan Memilih Smartphone

Tetapi apa boleh dikata jika Smartphone yang menjadi idaman pilihan banyak orang (termasuk saya) tersebut, ternyata memiliki harga yang relatif mahal. Namun seiring dengan berjalannya waktu kini sudah begitu banyak Smartphone (terutama yang menggunakan sistem operasi Android) yang beredar dipasaran dengan harga yang relatif terjangkau alias murah yang sudah dibekali spesifikasi tinggi serta dilengkapi dengan berbagai fitur terbaru.

Nah... mengingat begitu banyak Smartphone yang beredar saat ini, maka tak heran jika banyak para calon konsumen yang menjadi bingung ketika akan membeli dan memilih sebuah Smartphone yang diinginkannya. Oleh sebab itu, di waktu yang luang ini saya berinisiatif untuk memberikan sebuah Tips yang mungkin dapat untuk dijadikan sebagai gambaran ketika Anda akan membeli dan memilih sebuah Smartphone yang tentunya bisa sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tips bagi Anda yang akan Membeli dan Memilih Smartphone


1. Memilih Smartphone dari segi Sistem Operasi-nya


Sebagaimana Anda ketahui bahwa saat ini ada 4 jenis sistem operasi mobile (ponsel) yang hingga kini masih populer, yakni: OS Android, iOS, Windows Phone dan BlackBerry. Nah... dari masing-masing sistem operasi mobile yang ada, tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut adalah sedikit ulasan mengenai dari keempat sistem operasi (OS) mobile yang ada:

# OS Android
Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa Smartphone yang menggunakan sistem operasi Android kini sedang benar-benar menguasai pangsa pasar ponsel. Pasalnya OS Android ini memiliki segudang kelebihan, diantaranya:

  • Mudah digunakan (user friendly)
  • Harganya yang relatif murah
  • Banyak pilihannya
  • Kaya akan fitur-fitur yang canggih
  • serta Memiliki toko aplikasi tersendiri (Play Store), yang mana didalamnya tersedia berbagai aplikasi dan game yang dapat di download secara gratis oleh penggunanya

Baca juga: Cara Mengatasi Play Store yang Error

Namun dibalik kelebihan yang dimiliki OS Android pastinya ada kekurangannya dan salah satunya adalah mudah terserang virus maupun malware.

# iOS (iPhone Operating System)
iOS merupakan sistem operasi mobile yang bisa kita temui pada Smartphone buatan Apple, seperti iPhone. Nah... Smartphone yang diproduksi oleh Apple ini memang sudah sangat diakui terutama dari segi kualitas dan juga keamanannya. Namun yang menjadi kendala disini adalah dari segi harga, karena kebanyak dari produk bikinan Apple ini rata-rata memiliki harga selangit alias mahal.

Baca juga:



# Windows Phone
Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa windows phone merupakan sistem operasi mobile yang dikembangkan microsoft yang sangat terkenal akan kecepatannya serta kemudahannya dalam berintegrasi dengan perangkat Windows lainnya, selain itu, Smartphone windows phone ini juga terkenal dengan tampilannya yang sangat elegan.

# BlackBerry
Berbicara mengenai sistem operasi BlackBerry saya yakin Anda sudah mengetahuinya melalui media-media sosial yang mengabarkan bahwa saat ini BlackBerry sudah tidak diproduksi lagi, jadi dengan demikian saya rasa tidak perlu dibahas lebih jauh. Namun pada intinya sistem operasi BlackBerry ini mengutamakan privasi dan keamanan, oleh sebab itu walaupun kabarnya sudah tidak diproduksi lagi, sistem operasi BlackBerry ini tetap saja patut untuk kita acungi jempol.

2. Memilih Smartphone dari segi Kinerja-nya


Seperti halnya komputer maupun laptop, Smartphone ini juga memiliki beberapa komponen penting yang dapat mempengaruhi sistem kinerjanya dan salah satunya adalah Prosesor atau CPU (Central Processing Unit). Nah... untuk itu jika Anda akan membeli dan memilih sebuah Smartphone usahakan yang memiliki prosesor tingkat tinggi. Karena semakin tinggi tingkat Prosesor-nya (CPU-nya), maka Smartphone tersebut pastinya mempunyai performa kinerja yang maksimal.

Dan berikut saya informasikan daftar urutan kecepatan prosesor yang kini banyak digunakan pada Smartphone mulai dari tingkat yang paling rendah ke yang tinggi:

  • Single Core (1 Prosesor)
  • Dual Core (2 Prosesor)
  • Quad Core (4 Prosesor)
  • Hexa Core (6 Prosesor)
  • Octa Core (8 Prosesor)

Namun performa kinerja dari pada Smartphone tersebut tidak hanya dari faktor Prosesornya saja, tapi dari faktor memori RAMnya juga. Nah... yang perlu Anda ingat disini adalah semakin tinggi tingkat Prosesor dan memori RAM yang digunakan, maka semakin tinggi pula harga dari Smartphone tersebut.

Baca juga:



3. Memilih Smartphone dari segi Kapasitas Penyimpanan


Memiliki kapasitas penyimpanan atau memori yang besar dan juga ideal (baik itu memori internal, memori eksternal maupun memori RAM) tentunya akan membuat Anda lebih leluasa dan lebih nyaman ketika Anda akan menyimpan berbagai aplikasi, game dan juga data-data penting lainnya. Maka dari itu pilihlah Smartphone yang memiliki memori internal minimal 8 GB dengan RAM minimal 1 GB.

4. Memilih Smartphone dari segi Daya Tahan Baterai


Ketahanan daya baterai pada sebuah Smartphone memang sangat diperlukan, karena dengan semakin besar daya tahan dari sebuah baterai tentunya akan membuat kita bisa menggunakan Smartphone dengan durasi yang cukup lama. Nah... untuk itu pilihlah Smartphone yang memiliki kapasitas baterai lebih dari 2600 mAh (mili Ampere hour).

Baca juga:



Demikian beberapa Tips yang bisa HandRoot sampaikan, mudah-mudahan dengan apa yang sudah saya jelaskan diatas dapat dijadikan sebagai acuan ketika Anda akan membeli dan memilih sebuah Smartphone. Sekian dan Semoga Bermanfaat.

TerimaKasih.